Sekda Lhokseumawe Hadiri Pembukaan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami

Lhokseumawe – Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe, A. Haris, S.Sos., M.Si., menghadiri sekaligus membuka kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami (SLG) Kota Lhokseumawe Tahun 2026, Rabu (9/9/2026), di Aula Setdako Lhokseumawe. Kegiatan yang diselenggarakan oleh BMKG Stasiun Geofisika Kelas II Aceh Besar tersebut menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta kesiapsiagaan masyarakat dan para pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi dan tsunami.

Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami merupakan kegiatan edukasi dan penguatan kapasitas kebencanaan yang bertujuan membangun masyarakat yang lebih tangguh terhadap ancaman bencana. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat memahami langkah-langkah mitigasi, kesiapsiagaan, serta tindakan yang tepat dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadinya gempa bumi maupun tsunami.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua Tim Bina Operasi Direktorat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Dadang Permana, S.Si., M.Si., yang mewakili Deputi Bidang Geofisika BMKG. Turut hadir Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Dr. Teguh Rahayu, S.Kom., M.M., serta Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc.

Selain itu, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Koordinator BMKG Aceh, para Kepala UPT BMKG se-Aceh, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Lhokseumawe, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. Jajaran pejabat BMKG dari berbagai wilayah di Indonesia juga mengikuti kegiatan secara daring bersama para narasumber dan peserta Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami.

Kehadiran berbagai unsur pemerintah, BMKG, dan instansi terkait menunjukkan pentingnya sinergi dan kolaborasi dalam upaya pengurangan risiko bencana. Kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab satu lembaga, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, lembaga teknis, aparat keamanan, dunia pendidikan, komunitas, hingga masyarakat.

Sebagai daerah yang memiliki potensi terhadap berbagai ancaman bencana alam, peningkatan kapasitas dan pemahaman masyarakat menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kesiapsiagaan. Edukasi mengenai mitigasi bencana diharapkan mampu memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat agar dapat mengambil tindakan secara cepat, tepat, dan terarah apabila terjadi situasi darurat.

Melalui pelaksanaan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami ini, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mampu memahami pentingnya kesiapsiagaan dan membangun budaya sadar bencana dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat disebarluaskan kembali kepada lingkungan masyarakat sehingga semakin banyak pihak yang memiliki pemahaman mengenai langkah-langkah keselamatan dalam menghadapi bencana.

Kehadiran Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe beserta jajaran pimpinan daerah dan instansi terkait sekaligus menunjukkan dukungan penuh Pemerintah Kota Lhokseumawe terhadap penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Pemerintah Kota Lhokseumawe terus berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dengan BMKG dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sistem kesiapsiagaan yang lebih baik.

Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, BMKG, instansi terkait, dan masyarakat, diharapkan upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana dapat berjalan secara optimal. Dengan meningkatnya pengetahuan, kesiapsiagaan, serta kemampuan masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami, diharapkan dapat terwujud masyarakat Kota Lhokseumawe yang lebih tangguh, sigap, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.