omentum Hari Aksara Internasional yang diperingati setiap 8 September menjadi pengingat pentingnya menanamkan budaya literasi sejak usia dini. Semangat tersebut diwujudkan Bunda PAUD Kota Lhokseumawe, Ny. Yulinda Sayuti, melalui interaksi langsung bersama anak-anak di Islamic Center Lhokseumawe, Rabu (9/9/2026).
Di hadapan sekitar 200 anak usia dini, Yulinda membacakan buku cerita sambil mengajak anak-anak menyimak, mengenal gambar, menjawab pertanyaan, dan berinteraksi melalui cerita. Suasana berlangsung dengan ceria sebagai bagian dari upaya mengenalkan buku dan kegiatan membaca dengan cara yang menyenangkan.
Dalam kesempatan yang sama, Yulinda juga meninjau Pojok Baca Anak Usia Dini yang dibangun oleh Pokja Bunda PAUD Kota Lhokseumawe. Pojok Baca tersebut dihadirkan sebagai ruang yang mendekatkan anak dengan buku sekaligus mendukung pembiasaan literasi di lingkungan anak usia dini.
Yulinda mengatakan, pengenalan literasi kepada anak tidak harus dilakukan melalui pembelajaran yang formal. Membacakan cerita merupakan salah satu cara sederhana untuk membangun ketertarikan anak terhadap buku sekaligus mengembangkan kemampuan mendengar, berbicara, memahami cerita dan mengungkapkan pendapat.
“Ketika kita membacakan buku untuk anak, mereka tidak hanya mendengarkan cerita. Mereka belajar mengenal kata, gambar, memahami sesuatu, bertanya dan berkomunikasi. Dari kegiatan sederhana seperti ini, kecintaan terhadap literasi bisa mulai tumbuh,” ujar Yulinda.
Menurutnya, pengalaman positif dengan buku perlu diberikan sejak anak usia dini agar kegiatan membaca tidak dipandang sebagai sesuatu yang membebani. Sebaliknya, buku dapat menjadi bagian dari kegiatan bermain dan belajar yang menyenangkan.
Sebagai Bunda PAUD sekaligus Bunda Literasi Kota Lhokseumawe, Yulinda juga mengajak orang tua untuk melanjutkan kebiasaan tersebut di rumah. Membacakan cerita sebelum tidur, mengajak anak melihat gambar dalam buku, atau berdiskusi tentang cerita yang dibaca dapat menjadi aktivitas sederhana untuk membangun kedekatan anak dengan literasi.
“Tidak harus menunggu kegiatan besar. Kebiasaan literasi justru bisa dimulai dari keluarga melalui hal-hal sederhana yang dilakukan secara rutin,” katanya.
Keberadaan Pojok Baca yang dibangun Pokja Bunda PAUD Kota Lhokseumawe turut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas literasi anak. Ruang tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membaca, bercerita dan berbagai kegiatan edukatif lainnya.
Momentum Hari Aksara Internasional menjadi kesempatan untuk kembali mengingat bahwa literasi perlu dikenalkan sejak awal kehidupan anak. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun rasa ingin tahu, kemampuan berkomunikasi dan kesiapan anak untuk belajar.
Melalui kegiatan sederhana seperti membacakan buku dan menghadirkan ruang baca yang ramah anak, Bunda PAUD Kota Lhokseumawe terus mendorong agar literasi tumbuh sebagai kebiasaan sehari-hari. Dari buku dan cerita yang dekat dengan anak, diharapkan tumbuh generasi Lhokseumawe yang gemar belajar dan memiliki rasa ingin tahu terhadap dunia di sekitarnya.
.png)