Wakil Wali Kota Lhokseumawe Buka Trauma Healing bagi Perempuan Pascabencana

LHOKSEUMAWE – Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Husaini, S.E., secara resmi membuka kegiatan Trauma Healing bagi Perempuan Pascabencana untuk Peningkatan Kualitas Ekonomi Keluarga yang berlangsung di Aula Setdako Lhokseumawe, Selasa (8/9/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk perhatian Pemerintah Kota Lhokseumawe terhadap pemulihan kondisi sosial dan psikologis masyarakat, khususnya perempuan yang terdampak bencana.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sebanyak 80 peserta yang berasal dari berbagai unsur dan wilayah di Kota Lhokseumawe. Peserta dari empat kecamatan terdiri atas 20 orang dari Kecamatan Muara Satu, 10 orang dari Kecamatan Muara Dua, 20 orang dari Kecamatan Blang Mangat, dan 10 orang dari Kecamatan Banda Sakti. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan 10 orang dari unsur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan media, 5 orang dari unsur PKK Kota Lhokseumawe, serta 5 orang dari unsur Bunda PAUD Kota Lhokseumawe.

Pelaksanaan trauma healing ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang tidak hanya berfokus pada penanganan dampak fisik dan material, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis masyarakat. Perempuan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan dan keberlangsungan kehidupan keluarga, sehingga proses pemulihan mental dan emosional menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian secara serius.

Melalui kegiatan ini, para peserta diberikan ruang untuk memperoleh dukungan psikologis, membangun kembali semangat, serta memperkuat kepercayaan diri setelah menghadapi berbagai dampak yang ditimbulkan oleh bencana. Trauma yang dialami seseorang pascabencana dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari, hubungan sosial, serta kemampuan dalam menjalankan peran di lingkungan keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, trauma healing diharapkan dapat menjadi sarana untuk membantu peserta bangkit dan kembali menjalani aktivitas secara lebih positif.

Selain aspek pemulihan psikologis, kegiatan ini juga diarahkan pada penguatan kapasitas perempuan dalam meningkatkan kualitas ekonomi keluarga. Dengan meningkatnya kemampuan dan kemandirian perempuan, diharapkan mereka dapat memiliki peran yang lebih besar dalam mendukung ketahanan ekonomi rumah tangga, terutama dalam situasi pemulihan pascabencana.

Pemerintah Kota Lhokseumawe terus mendorong berbagai program yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan. Perempuan sebagai bagian penting dalam keluarga dan masyarakat diharapkan mampu menjadi agen pemulihan, baik dalam membangun kembali kondisi psikologis keluarga maupun dalam memperkuat perekonomian rumah tangga.

Melalui kegiatan Trauma Healing bagi Perempuan Pascabencana untuk Peningkatan Kualitas Ekonomi Keluarga ini, para peserta diharapkan mampu memulihkan kepercayaan diri, memperkuat ketahanan keluarga, serta meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari berbagai pihak, proses pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana diharapkan dapat berjalan secara lebih optimal dan berkelanjutan.