Banda Aceh — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Lhokseumawe, Ny. Yulinda Sayuti, mengikuti puncak kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Kabupaten/Kota se-Aceh yang berlangsung di Gedung Utama Dekranasda Aceh, Banda Aceh, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi pengurus Dekranasda kabupaten/kota se-Aceh untuk memperkuat koordinasi, bertukar pengalaman, serta menyusun langkah strategis dalam mendukung pengembangan industri kerajinan daerah. Rakerda juga menjadi wadah untuk membahas berbagai upaya peningkatan kualitas, inovasi, dan daya saing produk kerajinan lokal.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari Kementerian Perindustrian, Bank Indonesia, serta pelaku industri kerajinan Aceh. Berbagai materi yang disampaikan membahas pengembangan industri kerajinan, peningkatan kapasitas perajin, inovasi dan desain produk, serta strategi pemasaran untuk memperluas akses pasar.
Bagi Dekranasda Kota Lhokseumawe, Rakerda ini menjadi sarana untuk memperoleh referensi dan masukan dalam memperkuat program kerja pembinaan terhadap para perajin. Berbagai pengalaman dan gagasan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam pengembangan produk kerajinan lokal yang memiliki kualitas, ciri khas, dan nilai tambah.
Ny. Yulinda Sayuti mendorong agar potensi kerajinan lokal terus dikembangkan melalui pembinaan yang berkelanjutan dan kolaborasi antara pemerintah, Dekranasda, dunia usaha, serta para pelaku industri. Dukungan terhadap perajin tidak hanya diperlukan dalam peningkatan keterampilan dan kualitas produksi, tetapi juga dalam pengembangan desain, kemasan, promosi, dan pemasaran.
Melalui hasil Rakerda Dekranasda se-Aceh ini, Dekranasda Kota Lhokseumawe diharapkan semakin optimal dalam mendorong pertumbuhan industri kerajinan daerah. Dengan inovasi, pembinaan, dan perluasan akses pasar, produk-produk kerajinan lokal Lhokseumawe diharapkan mampu terus berkembang, memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat, serta semakin dikenal di tingkat nasional.
.png)