Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Promosi Budaya Daerah, Ketua TP PKK Lhokseumawe Ikuti Ladies Program APEKSI 2026

Upaya memperkuat kapasitas perempuan sekaligus memperluas promosi budaya daerah terus dilakukan Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui partisipasi dalam rangkaian Ladies Program Day 1 dan Indonesia City Expo (ICE) pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 di Kota Medan, Rabu (1/7/2026).

Ketua TP-PKK Kota Lhokseumawe, Ny. Yulinda Sayuti, mengikuti Ladies Program yang mengusung tema "Bangkit Berdaya: Perempuan Tangguh, Percaya Diri, dan Bersinar." Kegiatan ini menjadi wadah bagi Ketua TP PKK dari berbagai kota di Indonesia untuk berbagi pengalaman, memperkuat jejaring, serta mempelajari berbagai praktik baik dalam pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga, dan pembangunan masyarakat.

Melalui sesi Public Speaking & Sharing Session, peserta memperoleh wawasan mengenai komunikasi publik yang efektif, kepemimpinan perempuan, serta pentingnya kolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah. Berbagai gagasan dan pengalaman yang dibagikan diharapkan dapat menjadi referensi dalam memperkuat program-program pemberdayaan perempuan dan keluarga di Kota Lhokseumawe sehingga semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Di sela kegiatan, Ny. Yulinda Sayuti turut mengunjungi Stand Kota Lhokseumawe pada Indonesia City Expo (ICE) 2026. Kunjungan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam memperkenalkan identitas budaya daerah kepada peserta Rakernas, tamu undangan, serta masyarakat yang menghadiri pameran.

Mengusung tema "Wastra Kota Lhokseumawe", stand tersebut menampilkan ragam wastra daerah, hasil kerajinan, serta materi promosi visual yang menggambarkan kekayaan budaya Kota Lhokseumawe. Kehadiran pada Indonesia City Expo menjadi salah satu langkah untuk memperluas pengenalan budaya lokal kepada masyarakat dari berbagai daerah, sekaligus membuka ruang promosi yang dapat mendukung pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.