Sekda Lhokseumawe Hadiri Pembukaan Akselerasi Produk Kriya Sulam dan Anyam, Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif Lokal

LHOKSEUMAWE – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lhokseumawe, A. Haris, S.Sos., M.Si., menghadiri pembukaan kegiatan Akselerasi Produk Kriya (Kriyasi) Sulam dan Anyam Visitasi II Tahun 2026, Selasa (22/9/2026), yang berlangsung di Hotel Rajawali, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan sektor ekonomi kreatif, khususnya subsektor kriya, melalui peningkatan kualitas dan daya saing produk kerajinan yang dihasilkan para pelaku usaha lokal.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif melalui Direktorat Kriya tersebut merupakan lanjutan dari rangkaian kegiatan visitasi sebelumnya. Pelaksanaan Visitasi II diharapkan dapat memberikan pendampingan dan penguatan berkelanjutan kepada para pelaku usaha kriya sulam dan anyam, sehingga mereka mampu mengembangkan produk yang lebih inovatif, bernilai tambah, serta sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan pasar. Program ini juga menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperoleh wawasan dan masukan dalam meningkatkan kualitas produk kerajinan.

Akselerasi Produk Kriya Sulam dan Anyam diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui penguatan berbagai aspek pengembangan produk. Hal tersebut mencakup peningkatan kualitas bahan dan hasil produksi, inovasi desain, pengembangan kreativitas, serta penguatan nilai estetika dan fungsional produk. Selain itu, kegiatan ini turut mendorong perluasan akses pasar agar produk kriya lokal memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau konsumen, baik di tingkat daerah maupun pasar yang lebih luas.

Dalam konteks pengembangan ekonomi kreatif daerah, produk sulam dan anyam memiliki potensi untuk menjadi bagian dari kekuatan ekonomi masyarakat. Kerajinan yang mengandung unsur kreativitas, keterampilan, dan nilai budaya lokal tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga dapat menjadi sarana pelestarian kearifan lokal. Oleh karena itu, penguatan kapasitas pelaku usaha menjadi langkah penting untuk memastikan produk kerajinan mampu berkembang secara berkelanjutan serta beradaptasi dengan tuntutan industri kreatif yang semakin dinamis.

Kehadiran Sekda Kota Lhokseumawe, A. Haris, dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Lhokseumawe terhadap sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mendorong kemajuan sektor ekonomi kreatif. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam menciptakan ekosistem usaha yang mendukung pertumbuhan pelaku UMKM kriya, sekaligus membuka ruang pengembangan potensi kerajinan lokal di Kota Lhokseumawe.

Melalui pelaksanaan Kriyasi Sulam dan Anyam Visitasi II Tahun 2026, diharapkan para pelaku usaha dapat memanfaatkan pendampingan dan proses pengembangan yang diberikan untuk menghasilkan produk yang semakin berkualitas, kreatif, dan kompetitif. Pemerintah Kota Lhokseumawe juga terus mendorong agar potensi ekonomi kreatif dapat dikembangkan sebagai salah satu penggerak perekonomian masyarakat, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta mendukung terwujudnya usaha kerajinan yang mandiri dan berkelanjutan.