Lhokseumawe — Guna mencegah potensi risiko kesehatan dan memastikan keamanan pangan, Asisten I Sekretariat Daerah Kota Lhokseumawe, Muhammad Maxalmina, S.H.I., M.H., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gampong Tumpok Teungoh dan Gampong Hagu Teungoh, Selasa (27/01).
Sidak ini dilakukan sebagai langkah antisipatif Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk memastikan seluruh proses pengolahan makanan MBG berjalan sesuai standar kebersihan dan kesehatan, serta aman dikonsumsi oleh para penerima manfaat.
Dalam keterangannya, Maxalmina menyampaikan bahwa secara umum proses pengolahan makanan telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Secara umum proses pengolahan makanan dilakukan sesuai ketentuan. Mudah-mudahan kualitas ini bisa terus dijaga,” ujar Maxalmina.
Ia menjelaskan, pengawasan ini penting untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan, seperti keracunan makanan, sekaligus memastikan kualitas makanan yang disajikan tetap terjaga.
“Tujuan sidak ini untuk memastikan kualitas MBG tetap terjaga dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Maxalmina menekankan agar pelaksanaan Program MBG dapat diprioritaskan bagi wilayah yang terdampak bencana, seperti Gampong Ujong Pacu, sehingga program ini benar-benar dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pangan anak-anak.
Terkait pelaksanaan MBG pada bulan suci Ramadan, Maxalmina memastikan program tetap berjalan dengan penyesuaian pola distribusi.
“Pada bulan Ramadan nanti, MBG tetap berjalan. Konsepnya adalah pemberian makanan kering dengan porsi yang lebih besar agar tetap bisa dimanfaatkan oleh penerima,” jelasnya.
Program MBG di Kota Lhokseumawe juga dinilai memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal. Bahan baku makanan dibelanjakan di Pasar Inpres Lhokseumawe, sementara sebagian besar pekerja dapur MBG merupakan masyarakat setempat yang berdomisili di sekitar lokasi operasional.
Selain itu, Pemerintah Kota Lhokseumawe secara rutin melakukan pembinaan terhadap para pekerja MBG, termasuk dalam hal kebersihan, kerapian pakaian kerja, dan kedisiplinan, guna menjamin kualitas layanan serta keamanan pangan.
Maxalmina berharap Program MBG dapat berjalan tepat guna dan tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Harapan kita, program MBG ini benar-benar memberikan dampak positif, khususnya dalam mendukung pemenuhan gizi anak dan meringankan beban ekonomi keluarga,” pungkasnya.
.png)