Peringati Hari Santri Nasional 2025, Pemko Lhokseumawe Libatkan 1.200 Santri

Lhokseumawe — Pemerintah Kota Lhokseumawe menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Santri Nasional ke-X Tahun 2025 dengan penuh khidmat di Lapangan Hiraq, Rabu (22/10/2025). Kegiatan yang mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia” ini diikuti oleh sekitar 1.200 santri dari 64 pesantren se-Kota Lhokseumawe, serta dihadiri oleh unsur Forkopimda, instansi vertikal, Kepala OPD, pimpinan dayah, dan aparatur sipil negara hingga tokoh masyarakat.

Upacara berlangsung tertib sesuai tata urutan resmi, dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, shalawat Nabi, pengibaran bendera Merah Putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh, pembacaan Teks Pancasila, serta Pembukaan UUD 1945 dan Ikrar Santri Indonesia.

Peringatan ini juga dimeriahkan dengan menyanyikan Mars Santri dan Yaa Lal Wathan sebagai simbol semangat perjuangan dan cinta tanah air para santri.

Wali Kota Lhokseumawe Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H. diwakili oleh Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Lhokseumawe, Muhammad Maxsalmina, S.Hi., M.H., yang bertindak sebagai Pembina Upacara serta membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.

Dalam amanatnya, Menteri Agama menyampaikan bahwa Hari Santri merupakan momentum penting untuk meneguhkan kembali peran santri sebagai penjaga moral bangsa dan penggerak kemajuan peradaban dunia.

“Santri tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan zaman. Santri harus hadir sebagai pelaku sejarah baru, membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam membangun peradaban dunia yang damai, adil, dan berkeadaban,” ujar Maxsalmina saat membacakan amanat Menag.

Selain itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar juga mengingatkan bahwa santri masa kini harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan tanpa meninggalkan jati diri keislaman dan keindonesiaannya.

“Tanamkan ilmu dengan sungguh-sungguh, jaga akhlak, hormati guru dan kiai, serta cintai tanah air, karena dari tangan para santrilah masa depan Indonesia akan ditulis,” lanjutnya.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai penampilan seni islami dan kreativitas santri dari sejumlah pesantren. Para santri menampilkan hadrah, orasi dalam bahasa Arab, syarhil, zikir barzanji, dramatisasi puisi juang, musikalisasi puisi, hingga pencak silat yang menggambarkan kekayaan tradisi dan nilai-nilai pesantren.

Suasana Lapangan Hiraq dipenuhi semangat dan tepuk tangan meriah dari tamu undangan serta masyarakat yang turut menyaksikan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang ekspresi seni, tetapi juga wujud nyata kontribusi santri dalam memperkaya khazanah budaya Islam di Kota Lhokseumawe.

Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Lhokseumawe, Sufri, S.Ag., M.M., menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh pesantren dalam kegiatan ini. Menurutnya, Hari Santri bukan hanya kegiatan tahunan, tetapi simbol gerakan moral dan kebangkitan intelektual santri dalam menghadapi tantangan zaman.

“Hari Santri bukan hanya perayaan, tetapi gerakan moral, intelektual, sosial, dan ekonomi. Dari pesantren, kita membangun peradaban yang damai dan berkeadaban,” ungkapnya.

Melalui tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, Pemerintah Kota Lhokseumawe menegaskan komitmen untuk terus mendukung peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Santri diharapkan menjadi generasi berakhlak mulia, berilmu luas, dan siap berkontribusi bagi kemajuan daerah serta bangsa.

Peringatan Hari Santri Nasional 2025 menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai pesantren terus hidup dan berkembang sebagai fondasi moral bangsa menuju Indonesia yang damai, maju, dan berperadaban.