Lhokseumawe - Bunda PAUD Kota Lhokseumawe, Ny. Yulinda Sayuti, meninjau langsung progres revitalisasi SDN 02 Banda Sakti, Senin (3/8/2026). Revitalisasi tersebut merupakan bagian dari Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mendukung pemulihan dan peningkatan kualitas sarana pendidikan di Kota Lhokseumawe pascabencana.
Dalam kunjungan tersebut, Ny. Yulinda Sayuti melihat langsung perkembangan pekerjaan revitalisasi sekaligus meninjau kondisi fasilitas dan lingkungan sekolah. Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pemulihan sarana pendidikan berjalan dengan baik sehingga nantinya dapat memberikan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman dan layak bagi peserta didik.
Berdasarkan informasi pada papan kegiatan, SDN 02 Banda Sakti menerima bantuan revitalisasi sebesar Rp413.116.696 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dengan waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender, mulai 26 Juni hingga 25 Agustus 2026.
Ny. Yulinda Sayuti menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat melalui program revitalisasi tersebut. Menurutnya, pemulihan fasilitas pendidikan menjadi bagian penting dari penanganan dampak bencana, mengingat sekolah merupakan ruang utama bagi anak untuk belajar, berinteraksi dan mengembangkan potensi diri.
“Setelah bencana, yang kita pikirkan bukan hanya bagaimana bangunannya kembali, tetapi bagaimana anak-anak bisa kembali mendapatkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Karena sekolah adalah tempat mereka tumbuh, belajar dan membangun masa depan,” ujar Ny. Yulinda Sayuti.
Ia menambahkan, pembangunan kualitas pendidikan harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan anak secara menyeluruh. Ketersediaan sarana pendidikan yang layak, lingkungan yang aman dan sehat, serta layanan yang memperhatikan tumbuh kembang anak merupakan bagian penting dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas.
Hal tersebut sejalan dengan semangat Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) yang menekankan pemenuhan kebutuhan esensial anak secara simultan, sistematis dan terintegrasi, mencakup pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, perlindungan dan kesejahteraan.
“PAUD HI mengajarkan kita untuk melihat anak secara utuh. Jadi, ketika kita berbicara tentang pendidikan anak, kita juga harus memperhatikan lingkungan tempat mereka belajar. Sekolah yang aman, sehat dan nyaman tentu akan mendukung proses tumbuh kembang mereka,” jelasnya.
Menurut Bunda PAUD, semangat tersebut sejalan dengan Gerakan PAUD Bermutu untuk Semua, yang menempatkan kualitas layanan pendidikan sebagai bagian penting dalam memastikan setiap anak memperoleh kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
Gerakan tersebut, kata Ny. Yulinda Sayuti, tidak hanya berbicara mengenai proses pembelajaran, tetapi juga bagaimana ekosistem pendidikan mampu menyediakan lingkungan yang mendukung kebutuhan anak secara utuh. Semangat itu perlu terus berkesinambungan ketika anak memasuki jenjang pendidikan dasar.
“Gerakan PAUD Bermutu untuk Semua mengingatkan kita bahwa setiap anak berhak mendapatkan layanan pendidikan yang baik. Karena itu, kualitas lingkungan belajar juga harus menjadi perhatian. Pemulihan dan revitalisasi sekolah seperti ini tentu menjadi bagian dari upaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang lebih layak bagi anak,” ungkapnya.
Ny. Yulinda Sayuti berharap bantuan yang diberikan Kemendikdasmen dapat dimanfaatkan secara optimal dan pelaksanaan revitalisasi berjalan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat jangka panjang bagi peserta didik dan sekolah.
“Kita tentu mengapresiasi perhatian dan bantuan dari pemerintah pusat. Harapannya, revitalisasi ini benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak, guru dan seluruh warga sekolah. Setelah melewati kondisi bencana, mereka membutuhkan tempat belajar yang layak agar bisa kembali beraktivitas dan belajar dengan penuh semangat,” ujarnya.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian Bunda PAUD Kota Lhokseumawe terhadap keberlanjutan layanan pendidikan dan pemenuhan kebutuhan anak. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan proses pemulihan sektor pendidikan pascabencana berjalan secara optimal.
Melalui revitalisasi SDN 02 Banda Sakti, diharapkan lingkungan sekolah dapat kembali menjadi ruang belajar yang aman, nyaman dan mendukung tumbuh kembang peserta didik. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari semangat bersama menghadirkan PAUD bermutu untuk semua, serta memastikan setiap anak di Kota Lhokseumawe memperoleh lingkungan pendidikan yang layak untuk tumbuh, belajar dan berkembang.
.png)