Bunda PAUD Kota Lhokseumawe Wujudkan PAUD HI melalui Skrining Kesehatan Anak di Sekolah Rakyat

Bunda PAUD Kota Lhokseumawe, Ny. Yulinda Sayuti, turut melakukan skrining kesehatan peserta didik Sekolah Rakyat dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS), Jumat (31/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Ny. Yulinda Sayuti tidak hanya meninjau pelaksanaan pemeriksaan, tetapi juga turun langsung melakukan pengukuran tinggi badan salah seorang peserta didik, didampingi tenaga kesehatan.

Skrining kesehatan dilakukan untuk memperoleh gambaran awal mengenai kondisi kesehatan dan pertumbuhan anak setelah memasuki lingkungan pendidikan. Pemeriksaan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT), pemeriksaan mata, pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, serta skrining kesehatan dasar lainnya sesuai kebutuhan peserta didik.

Ny. Yulinda Sayuti menyampaikan bahwa rangkaian MPLS tidak hanya menjadi momentum untuk mengenalkan anak dengan lingkungan sekolah, tetapi juga kesempatan untuk mengenali kebutuhan mereka secara lebih menyeluruh, termasuk dari sisi kesehatan dan tumbuh kembang.

“Kita ingin melihat anak secara utuh. Ketika mereka mulai memasuki lingkungan pendidikan, kita juga perlu mengetahui bagaimana kondisi kesehatan, pertumbuhan dan perkembangannya. Dengan begitu, apabila ada hal yang perlu diperhatikan, bisa diketahui sejak awal,” ujar Ny. Yulinda Sayuti.

Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan anak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pemenuhan kebutuhan anak secara holistik. Anak tidak hanya membutuhkan pendidikan, tetapi juga memerlukan layanan kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, perlindungan dan kesejahteraan yang saling berkaitan.

Hal tersebut sejalan dengan konsep Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI), yaitu upaya memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling terkait secara simultan, sistematis dan terintegrasi.

“PAUD HI mengajarkan kita untuk melihat kebutuhan anak secara menyeluruh. Pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Anak yang belajar juga harus sehat, mendapatkan gizi dan perawatan yang baik, memperoleh pengasuhan dan perlindungan, serta mendapatkan dukungan untuk kesejahteraannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, penerapan semangat PAUD HI juga perlu dilihat sebagai sebuah kesinambungan layanan ketika anak beranjak dari pendidikan anak usia dini menuju jenjang pendidikan dasar. Karena itu, pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang anak tetap penting dilakukan dalam lingkungan sekolah.

Dalam konteks Sekolah Rakyat, pelaksanaan skrining kesehatan pada rangkaian MPLS menjadi bentuk keterpaduan antara layanan pendidikan dan kesehatan. Hasil pemeriksaan dapat menjadi informasi awal bagi sekolah, tenaga kesehatan dan orang tua untuk melakukan pemantauan maupun tindak lanjut sesuai kondisi masing-masing anak.

Bunda PAUD Kota Lhokseumawe juga menilai keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci dalam mewujudkan layanan anak yang holistik dan terintegrasi. Pemerintah, satuan pendidikan, tenaga kesehatan dan keluarga memiliki peran masing-masing dalam memastikan kebutuhan anak terpenuhi.

“Yang kita bangun adalah perhatian yang utuh kepada anak. Mereka bukan hanya harus mampu mengikuti pembelajaran, tetapi juga harus sehat, aman, terlindungi dan mendapatkan dukungan yang baik dalam tumbuh kembangnya,” kata Ny. Yulinda Sayuti.

Melalui kegiatan tersebut, Bunda PAUD berharap skrining kesehatan dapat menjadi langkah awal untuk memastikan peserta didik memperoleh layanan yang sesuai dengan kebutuhannya, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa kesehatan merupakan bagian penting dari keberhasilan pendidikan dan tumbuh kembang anak.