Wakil Wali Kota Lhokseumawe Buka Pelatihan Digitalisasi Pengelolaan Masjid

LHOKSEUMAWE – Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Husaini, S.E., menghadiri sekaligus membuka Pelatihan Digitalisasi Pengelolaan Masjid untuk Peningkatan Kualitas para Pengurus Masjid se-Kota Lhokseumawe. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Wisma Kuta Karang Lama, Senin (5/10/2026).

Kegiatan pelatihan ini menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan kapasitas dan kemampuan para pengurus masjid, khususnya dalam memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk mendukung sistem pengelolaan masjid yang lebih efektif, tertib dan modern. Perkembangan teknologi yang semakin pesat dinilai dapat dimanfaatkan untuk menunjang berbagai aspek pengelolaan masjid, mulai dari administrasi, penyampaian informasi, pendataan kegiatan hingga pelayanan kepada jamaah.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota menyampaikan bahwa digitalisasi pengelolaan masjid menjadi langkah penting dalam meningkatkan efektivitas administrasi, pelayanan serta transparansi pengelolaan masjid di tengah perkembangan teknologi.

Menurutnya, masjid tidak hanya memiliki fungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial dan kemasyarakatan. Karena itu, pengelolaan masjid perlu terus dikembangkan mengikuti kebutuhan dan perkembangan zaman, tanpa menghilangkan nilai-nilai keagamaan serta kearifan yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.

Husaini juga mendorong para pengurus masjid untuk terbuka terhadap perkembangan teknologi dan menjadikannya sebagai sarana pendukung dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah. Pemanfaatan teknologi secara tepat dapat membantu pengurus dalam mengelola berbagai kegiatan masjid secara lebih terorganisir sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh informasi terkait kegiatan keagamaan dan sosial yang dilaksanakan.

Selain itu, digitalisasi juga diharapkan dapat mendorong terwujudnya tata kelola masjid yang lebih transparan dan akuntabel. Pengelolaan administrasi dan informasi yang dilakukan secara baik akan meningkatkan kepercayaan jamaah serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam mendukung berbagai program dan kegiatan masjid.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para pengurus masjid dapat meningkatkan kapasitas dan memanfaatkan teknologi digital dalam mendukung pengelolaan masjid yang lebih tertib, profesional dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Pemerintah Kota Lhokseumawe juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat peran dan kapasitas pengurus masjid dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah. Dengan pengelolaan yang semakin baik serta didukung pemanfaatan teknologi digital, masjid diharapkan dapat terus berkembang sebagai pusat ibadah sekaligus pusat pembinaan umat dan kegiatan sosial kemasyarakatan di Kota Lhokseumawe.

Kegiatan pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan semata, tetapi dapat diterapkan secara nyata oleh para pengurus masjid dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan demikian, digitalisasi dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan tata kelola masjid yang lebih adaptif, transparan, profesional dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di era perkembangan teknologi.